LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGAMATAN PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU
DISUSUN OLEH : ZULFIKAR DARMAWAN S
XII IPA 10 / 29
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur atas
kehadirat Tuhan YME, atas segala kebesaran dan limpahan nikmat yang
diberikan-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan percobaan berjudul
“Pengamatan Perkecambahan pada Kacang Hijau”.
Adapun
penulisan laporan percobaan ini bertujuan untuk menemukan kondisi-kondisi yang
diperlukan untuk perkecambahan biji jagung & kacang hijau dan mengetahui
faktor yang mempengaruhi biji jagung & kacang hijau untuk berkecambah.
Dalam
penulisan percobaan ini, berbagai hambatan telah saya alami. Oleh karena itu,
terselesaikannya laporan percobaan ini tentu saja bukan karena kemampuan saya
semata-mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang
terkait.
Sehubungan
dengan hal tersebut, perlu kiranya saya dengan ketulusan hati mengucapkan
terima kasih kepada Guru Mata Pelajaran Biologi kelas XII IPA yang telah
membimbing saya dalam menyelesaikan laporan percobaan ini. Saya juga berterima
kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang
telah membantu menyelesaikan laporan percobaan ini.
Dalam penyusunan
laporan percobaan ini, saya menyadari pengetahuan dan pengalaman penulis masih
sangat terbatas. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya kritik dan
saran dari berbagai pihak agar laporan percobaan ini lebih baik dan bermanfaat.
Surabaya,
12 Agustus 2014
Zulfikar
Darmawan S
DAFTAR ISI
Bagian I
Kata
Pengantar....................................................................................................................... 1
Daftar Isi................................................................................................................................. 2
Bagian II
Latar
Belakang....................................................................................................................... 3
Tujuan
Praktikum................................................................................................................... 3
Manfaat
Penelitian................................................................................................................ 3
Rumusan
Masalah.................................................................................................................. 3
Bagian III
Teori....................................................................................................................................... 4
Hipotesis................................................................................................................................. 7
Bagian IV
Metode
Penelitian.................................................................................................................. 8
Waktu Penelitian.................................................................................................................... 9
Objek
Penelitian .................................................................................................................... 9
Bagian V
Hasil
Praktikum...................................................................................................................... 9
Pembahasan........................................................................................................................... 9
Bagian VI
Kesimpulan........................................................................................................................... 10
Saran.................................................................................................................................... 10
Daftar
Pustaka...................................................................................................................... 11
Latar Belakang
Pertumbuhan dan perkembangan
merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya
berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan
ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat
kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis
menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan
bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Perkecambahan
diawali dengan penyerapan air dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji,
baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah
membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari
lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap
air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel
embrio membesar dan biji yang melunak.
Tujuan
Penelitian
Tujuan dari percobaan ini adalah
menemukan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk perkecambahan dan mengetahui
factor yang mempengaruhi biji kacang hijau untuk berkecambah.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini antara
lain dapat mengetahui efek dari sinar matahari terhadap tumbuhan, baik efek
positif maupun negatif, dan mengetahui kondisi yang diperlukan untuk
perkecambahan biji kacang hijau serta mengetahui factor yang mempengaruhi biji
kacang hijau tersebut untuk berkecambah.
Rumusan Masalah
Periode pertumbuhan pada tumbuhan
terjadi sepanjang hidupnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
faktor dari lingkungan dan faktor dari dalam tubuh organisme.
Dalam laporan
percobaan kali ini kita akan membahas kondisi-kondisi yang diperlukan untuk
perkecambahan dan daerah pertumbuhan biji kacang hijau.
Teori
-
Pengertian
pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan
dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap
makhluk hidup. Kedua istilah tersebut sering diucapkan untuk pengertian yang
sama. Padahal pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda
satu sama lain. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peningkatan ukuran yang
bersifat permanent (tetap) dan tidak dapat balik ( Irrevisible), sedangkan
perkembangan adalah proses perubahan dalam bentuk.
Pada
proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan
jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan
merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan
diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari
sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang
pohon yang kokoh atau rumput yang mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain
proses perkembangan adalah morfogenesis. Tahapan yang dilalui selama
melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
Tahap
pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak. Tahap
Pembesaran sel, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel
tumbuhan, peningkatantersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam
vakuola.
Tahap
diferensiasi sel, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran
tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi.
Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.
Pertumbuhan dan Perkembangan Awal
Pertumbuhan
awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang
dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu yang baru, misalnya embrio, cadangan
makanan, dan calondaun (calon akar).
Sebutir
biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh
menjadi akar) dan planula ( yang akan tumbuh menjadi kecambah). Cadangan
Makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati,
protein, dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat,
yang disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah
kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur kedalam biji. Testa memiliki
sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Didekat mikropil terdapat hilum yang
menggabungkan kulit kotiledon.
Biji
memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air di
dalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibat ketiadaan air,
biji tidak dapat melangsungkan proses metabolisme sehingga menjadi tidak aktif
(dorman). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (suasana
ekstrem, sangat dingin atau kering) karena struktur biji yang kuat akan
melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.
Perkembangan Embrio
Embrio berkembang didalam biji.
Setelah fertilisasi, zigot mengalami rangakian pembelahan sel. Salah satu dari
dua sel yang berasal dari mitosis zigot akan berkembang menjadi embrio asli,
sedangkan sel yang lain menjadi bahan awal dari jaringan suspensor.
Embrio
didalam bakal biji (ovulum) berkembang menjadi massa bulat yang mengandung
ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer dan akhirnya
membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledon. Kotiledon
berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan perkecambahan (germinasi).
Pada
kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitu meristem
apical ujung (terminal) dan meristem apical aka. Sel-sel tersebut berada dalam
kondisi dorman ketika biji pada masa dorminasi. Setelah biji berkecambah, kedua
massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar.
Perkembangan
embrio terhenti stelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saat bakal biji telah
menjadi biji matang. Biji tersebut tetap, yaitu sesuai untuk perkecambahan./ Di
dalam biji yang matang, endosperma makanan telah terdiferensiasi menjadi
lapisan terluar sel (aleuron) dan massa sel terdalam bertepung. Sel-sel aleuron
menyintesis enzim a-milase. Enzim tersebut dapat mengubah cadangan zat pati
didalam endosperma menjadi gula yang dapat digunakan oleh embrio.
Perkecambahan
Perkecambahan adalah proses
pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk
tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah
bagian kecambah yang terdapat didalam biji, misalnya radikula dan plumula.
Tahapan perkecambahan
Perkembangan
bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa
tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan
makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh
atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis). Proses penyerapan cairan
pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk kedalam kotiledon
membengkak. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan pecahnya testa.
Awal
perkembangan disahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan
karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim
protease segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asalm
amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan
sitoplasma. Timbunan pati di uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa.
Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat
dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan
asam amino akan berdifusi ke embrio.
Semua
proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan
glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan
pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula
tumbuh di atas permukaan tanah. Daun pertama membuka dan mulai melakukan
fotosintesis.
Tipe Perkecambahan
Berdasarkan
posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan
epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan
plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif
tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada
epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula
terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada
kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli
agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.
Macam-Macam Pertumbuhan Pada Tumbuhan
1. Pertumbuhan primer
Pertumbuhan
primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar
maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu
dengan menggunakan alat auksanometer. Pertumbuhan primer pada ujung akar dan
ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
Daerah pembelahan
sel, terdapat di
bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
Daerah perpanjangan
sel, terletak di
belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk
membesar dan memanjang.
Daerah diferensiasi
sel, merupakan
daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi
dan struktur khusus.
2. Pertumbuhan sekunder
Pertumbuhan
sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan
sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan
kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan
·
Faktor
eksternal/lingkungan
faktor
ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses
pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor
eksternal yang
mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
1. Air dan mineral
2.
Kelembaban
3.
Suhu
4. Cahaya
Faktor internal
faktor
yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.
Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan
terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis.
Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya
dapat bersifat sebagai penghambat
(inhibitor)
pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi
auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang
diletakan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi.
Hipotesis
Biji
kacang hijau dapat tumbuh dengan baik apabila disimpan di tempat yang sedikit
cahaya atau gelap dan pada ruangan dengan suhu hangat. Selain itu, air juga
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau.
Gejala ini disebut juga etiolasi.
Biji
kacang hijau tidak dapat tumbuh dengan baik apabila terjadi pencampuran Sodium
hidroksida dengan larutan pirogalol dsertai kurangnya oksigen.
Metode Penelitian
Metode penelitian
dilakukan dengan cara eksperimen, antara lain :
Alat :
- 2 Gelas plastik
- Sekop
Bahan:
- 6 Biji Kacang
Hijau
- Tanah secukupnya
- Air secukupnya
Cara Kerja :
1. Susunlah 2 gelas plastik
2. Masukan tanah secukupnya,
Kemudian taburkan masing-masing gelas 3 biji kacang hijau ( direndam terlebih
dahulu selama satu malam agar memudahkan proses perkecambahan)
3. Letakkan gelas 1 di tempat yang gelap
4. Letakkan gelas
2 di tempat yang terkena cahaya (sinar
matahari)
5. Siramlah air
secukupnya pada semua gelas plastik yang telah berisi biji-bijian tersebut setiap
hari.
Waktu Penelitian
Penelitian ini mulai dilaksanakan pada hari
kamis, tanggal 7 Agustus 2014 sampai dengan hari Rabu, tanggal 13 Agustus 2014.
Lamanya penelitian berlangsung selama satu minggu.
Objek Penelitian
Objek
Penelitian adalah berupa biji kacang hijau yang masih segar.
Hasil Praktikum
Berikut pengamatannya
:
HARI KE-
|
GELAP
(cm)
|
TERANG
(cm)
|
KETERANGAN
|
1.
|
Radikula
tumbuh
|
Radikula
tumbuh
|
Percobaaan
perkecambahan pada gelas yang ditaruh di tempat gelap menghasilkan batang
lebih panjang serta berwarna putih dan daun kekuningan. Sedangkan pada tempat
terang menghasilkan batang lebih pendek serta batang dan daunnya berwarna
hijau.
|
2.
|
2
|
0.5
|
|
3.
|
5
|
1.5
|
|
4.
|
9
|
4
|
|
5.
|
18
|
10
|
|
6.
|
26
|
14
|
|
7.
|
30
|
17
|
Pembahasan
Bila
tumbuhan kacang hijau diletakkan ditempat yang gelap, maka proses
pertumbuhannya lebih cepat. Proses pertumbuhan di tempat yang gelap disebut
etiolasi. Kapas yang digunakan harus steril, sedangkan tanah yang digunakan
harus subur. Tanaman diberi air secara rutin agar tumbuh dengan subur. Udara di
sekitar tanaman juga harus stabil. Suhu ruangan dimana tanaman itu diletakkan
juga harus normal.
Tanaman
kacang hijau tumbuh dengan subur karena dirawat dengan baik. Menggunakan biji
yang segar. Sebagian biji yang tidak dapat tumbuh berarti biji itu tidak
baik/tidak segar.
Kesimpulan
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan
biji kacang hijau adalah:
1. Air
Berfungsi
untuk melunakan kulit biji, melarutkan cadangan makanan, sarana transportasi
makanan terlarut, dan hormone ke daerah meristematik (titik tumbuh) serta
brsama dengan hormone membangun pemanjangan dan pengembangan sel.
2. Cahaya
Cahaya
merupakan faktor pengendali pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan terutama
berperan dalam proses berlangsungnya fotosintesis. Cahaya juga mampu menghambat
laju hormon auksin pada saat perkecambahan berlangsung. Hormon itu menstimulasi
terjadinya pertumbuhan primer ke atas dan ke bawah. Sehingga batang kecambah di
tempat terang terhambat pertumbuhannya sehingga lebih pendek dari pada batang
kecambah di tempat gelap.
3. Suhu
Suhu
berperan dalam mengontrol perkecambahan dan pertumbnuhan vegetatif. Sehubungan
dengan perkecambahan proses imbibisi berlangsung lebih cepat pada suhu yang
lebih tinggi.
Saran
Sebelum
penanaman, terlebih dahulu dilakukan perendaman untuk memecah dormansi biji itu
sendiri. Jadi sebaiknya perendaman lebih dimaksimalkan agar dapat berhasil
memecahkan dormansi biji yang akan ditanam. Sehingga kesalahan pengamatan lebih
dapat dimaksimalkan. Memilih biji kacang yang masih segar sehingga dapat
memaksimalkan hasil penelitian. Gunakan tanah yang subur dan kondisi air yang
cukup.
Daftar Pustaka
-
Sudjadi,
B dan Laila, Siti. 2007. BIOLOGI 3A Sains dalam kehidupan. Surabaya
:Yudhistira.
-
Zhamal,
2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau. http://
catatanzhamal.blogspot.com/
-
Soerga,
N., 2009. Pola Pertumbuhan Tanaman. http://soearga.wordpress.com/
-
www.kamusilmiah.com
-
id.answers.yahoo.com
-
www.trubus-online.co.id
-
www.wikipedia.org.id
-
http://silvia261.blogspot.com/2009/08/laporan-praktikum-biologi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar